Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

BAB 5 CAKAP DAN ETNIS BERMEDIA DIGITAL

  BAB 5: CAKAP DAN ETNIS BERMEDIA DIGITAL 1. Budaya Bermedia Digital Pembahasan mengenai budaya Indonesia tidak dapat dilepaskan dari keberagaman masyarakatnya. Indonesia adalah negara yang majemuk, dengan ribuan pulau, ratusan suku, bahasa daerah, serta berbagai kepercayaan dan adat istiadat. Inilah yang disebut dengan multikulturalisme , sebuah kondisi masyarakat yang beraneka ragam namun tetap terikat dalam kesatuan. Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua” adalah dasar yang mengikat seluruh perbedaan tersebut menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Dalam konteks modern, multikulturalisme ini tidak hanya hadir dalam kehidupan nyata, tetapi juga terefleksikan dalam kehidupan digital. Perkembangan teknologi telah membawa masyarakat masuk ke dalam era digitalisasi, yang menyentuh seluruh lini kehidupan. Dunia kerja, bisnis, ekonomi, transportasi, hiburan, hingga pendidikan kini sangat dipengaruhi oleh digitalisasi. Sejak pandemi Covid-19, m...

BAB 4 BERPIKIR KOMPUTASIONAL

    1.        Latar Belakang Konsep Berpikir Komputasional   Istilah komputasional thinking pertama kali dirujuk oleh ahli matematika Seymour papert sebagai “procedural berpikir” pada 1980, dan pada 1996 pemikiran komputasi membantu menentukan hubungan antara masalah dan solusinya. Saat bekerja di MIT (Institut Teknologi Massachusetts), papert bekerja untuk membawa komputasional thinking ke dalam dunia Pendidikan dengan membantu menciptakan landasan pedagogis. Pada 2006, seorang ilmuwan komputer bernama Jeannette M. Wing, memperkenalkan sebuah artikel yang berjudul Computational Thinking kepada khalayak akademis yang lebih luas. Dalam Dalam artikel tersebut, Wing men memahami dan menggunakan prinsip-prinsip dasar komputasi membahas pentingnya dalam pemecahan masalah, tidak hanya dalam konteks komputer, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Ide ini telah menjadi dasar bagi banyak program pendidikan dan inisiatif untuk...

BAB 2 ANALISIS DATA LANJUTAN

    1.        Pengertian Aplikasi Himpunan Data Terstruktur Perangkat lunak atau sistem yang digunakan untuk menyimpan, mengatur, mengolah, serta menampilkan data dalam format yang terorganisir dengan baik. Data terstruktur biasanya disusun dalam bentuk tabel yang terdiri dari baris dan kolom. Aplikasi untuk himpunan data terstruktur sangat bervariasi dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pengguna. Berikut beberapa contoh aplikasi yang umum digunakan untuk mengelolaa himpunan data terstruktur.   A.       Microsoft excel: Salah satu aplikasi spreadsheet paling popular yang digunakan untuk mengelola, menganalisis dan memvisualisasikan data terstruktur dalam bentuk tabel. Excel menyediakan berbagai fungsi dan fitur untuk melakikan operasi dasar hingga kompleks pada data. Fungsi utamanya: Mengolah data numerik dan teks. Membuat tabel, grafik, dan laporan. Melakukan perhitungan oto...