BAB 4 BERPIKIR KOMPUTASIONAL
1. Latar Belakang Konsep Berpikir Komputasional
Istilah komputasional thinking pertama kali dirujuk oleh ahli matematika Seymour papert sebagai “procedural berpikir” pada 1980, dan pada 1996 pemikiran komputasi membantu menentukan hubungan antara masalah dan solusinya. Saat bekerja di MIT (Institut Teknologi Massachusetts), papert bekerja untuk membawa komputasional thinking ke dalam dunia Pendidikan dengan membantu menciptakan landasan pedagogis.
Pada 2006, seorang ilmuwan komputer bernama Jeannette M. Wing, memperkenalkan sebuah artikel yang berjudul Computational Thinking kepada khalayak akademis yang lebih luas. Dalam Dalam artikel tersebut, Wing men memahami dan menggunakan prinsip-prinsip dasar komputasi membahas pentingnya dalam pemecahan masalah, tidak hanya dalam konteks komputer, tetapi juga dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Ide ini telah menjadi dasar bagi banyak program pendidikan dan inisiatif untuk mempromosikan literasi komputasional di kalangan masyarakat luas.
Pada dasarnya, berpikir komputasional memang mengadaptasi sebuah pemikiran atau cara kerja yang berasal dari komputer. Tetapi, beberapa orang masih beranggapan bahwa berpikir komputasional itu harus memakai aplikasi komputer. Pada kenyataannya yang dimaksud dalam berpikir komputasional tidak harus menggunakan komputer. Berpikir komputasional memang tidak mudah atau bisa dibilang membutuhkan usaha yang lebih. Meskipun susah untuk dilakukan, tetapi kita harus yakin bahwa kita bisa mengubah pola berpikir kita menjadi pola berpikir komputasional. Oleh karena itu, kita harus membiasakan diri untuk berpikir komputasional dalam situasi apa pun. Jika sudah terbiasa untuk berpikir komputasional, kita akan merasakan dampak positifnya, yaitu dapat berpikir dengan cepat, mudah, dan tepat.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat
telah membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Transformasi
digital, otomatisasi, serta kecerdasan buatan kini menjadi bagian penting dalam
kegiatan sehari-hari, mulai dari pendidikan, bisnis, hingga pemerintahan. Di
tengah perkembangan ini, kemampuan manusia untuk memahami, menganalisis, dan
menyelesaikan masalah dengan pendekatan yang sistematis menjadi sangat penting.
2. Definisi Berpikir Komputasional
Secara umum, berpikir komputasional dapat
didefinisikan sebagai suatu pendekatan dalam menyelesaikan masalah dengan cara
berpikir sistematis, logis, efisien, dan dapat diterapkan dengan bantuan
komputer maupun tanpa komputer.
Definisi lainnya menjelaskan bahwa berpikir komputasional adalah proses mental yang melibatkan formulasi masalah dan solusi dengan representasi yang dapat dijalankan secara efektif oleh manusia atau mesin. Dengan kata lain, berpikir komputasional tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi lebih pada pola berpikir dalam memahami masalah dan merancang solusinya.
Berpikir komputasional telah menjadi kata kunci yang memiliki banyak definisi, para ahli mendefinisikan beberapa pengertian berpikir komputasional sebagai berikut.
a. Seymour Parpet 1980 dan 1996: “cara baru untuk merumuskan masalah dan Solusi yang cukup baik sehingga computer dapat menanganinya.”
b.
Jeannete M. Wing, 2006: “kemampuan untuk
memecahkan masalah, merancang system, dan memahami perilaku manusia yang
melibatkan konsep-konsep dasar ilmu dalam computer.”
c. Peter J. Denning dan Matti Tedre: “gaya berpikir baru yang memungkinkan kita memecahkan masalah dan merancang system, yang memungkinkan diotomatisasi secara efisien oleh computer.”
3.
Teknik Berpikir Komputasional
Berpikir komputasional biasanya diwujudkan melalui empat teknik utama yang saling berkaitan, yaitu: dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Keempat teknik ini membentuk kerangka dasar dalam menyelesaikan masalah.
a.
Pengertian Dekomposisi (decomposition)
Dekomposisi
Adalah suatu metode atau konsep yang berfungsi untuk menemukan Solusi dari
suatu permasalahan yang kompleks dan besar menjadi masalah yang lebih kecil.
Dengan melakukan dekomposisi, seseorang dapat menghadapai masalah yang kompleks dengan lebih mudah, karena mereka dapat focus pada bagian-bagian yang lebih kecil secara terpisah. Hal ini memungkinkan untuk memecahkan masalah secara bertahap dan lebih sistematis. Selain itu, dekomposisi juga memfasilitasi kerja kolaboratif karena memungkinkan pembagian tugas yang jelas antara anggota tim.
b.
Pengertian Pengenalan Pola (pettern
recognition)
Pengenalan pola adalah kemampuan untuk mengidentifikas suara, atau informasi lainnya sehingga diperoleh pengenalan pola dari hasil analisis data yang dapat dimanfaatkan sebagai informasi untuk menyelesaikan masalah.
Pada tahap ini, kita akan berupaya memahami data atau
informasi yang terkait dengan karakteristik masalah yang sama, sehingga
kesamaan pola memberikan peluang kepada kita untuk menggunakan solusi yang sama
dan lebih mudah.
c.
Pengertian Abstraksi (abstraction)
Abstraksi adalah proses menyederhanakan informasi yang detail dan fokus pada bagian yang penting dari masalah. Kemampuan memilah informasi yang kompleks menjadi lebih sederhana atau membuat informasi lebih bersifat umum memudahkan kita untuk menjelaskan suatu ide.
Beberapa hal yang dilakukan pada tahap abstraksi antara lain, melihat permasalahan, melakukan generalisasi, dan melakukan identifikasi informasi. Dengan cara ini, kita dapat melihat informasi penting dan mengabaikan informasi yang kurang relevan.d. Pengertian Perancangan Algoritma
d.
Perancangan algoritma
Algoritma adalah serangkaian langkah-langkah logis yang harus diambil untuk mengolah data dan mencapai solusi atau penyelesaian masalah.
Algoritma ini harus merinci proses yang sistematis dar terstruktur, dengan mengembangkan petunjuk pemecaha masalah yang sama secara langkah demi langkah sehingga orang lain dapat menggunakan langkah atau informas kemudian hari. Misalnya, bagaimanakah langkah mencan file-file dokumen yang ada dalam sebuah komputer.
mengurai proses berpikir manusia dalam kerangka seperti yang Berpikir komputasional membantu kita menganalisis dan dilakukan oleh komputer. Berikut contoh penerapan berpik komputasi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh membuat artikel dari hasil terjemahan bahasa asing.
4. Karakteristik Berpikir Komputasional
a. Kemampuan dasar yang telah dimiliki oleh manusia, dalam memahami suatu hal dengan baik tanpa menghafal sehingga akan mudah untuk menemukan solusi, dan bahkan bisa mengembangkan solusi dari suatu pemecahan masalah.
b. Mengutamakan ide atau gagasan daripada benda. Dengan kata lain, dalam memecahkan suatu masalah yang sedang dihadapi, sebaiknya lebih mengutamakan untuk menggunakan konsep komputasional. Tidak hanya itu, ide atau gagasan ini, sebaiknya juga digunakan pada kegiatan sehari-hari, mengatur kehidupan sehari-hari, dan digunakan ketika melakukan interaksi sosial dengan orang lain.
c. Saling melengkapi antara teknik dan matematis, diartikan layaknya komputer sains yang sangat berhubungan erat dengan berpikir matematis. Bukan hanya melengkapi saja, tetapi kita juga harus terbiasa untuk mengombinasikan antara pemikiran matematis dengan pemikiran teknis. Oleh karena itu, secara tidak langsung kita sudah bisa membedakan berbagai macam hal yang dapat menguntungkan atau merugikan diri kita.
d.
Digunakan
siapa saja dan di mana saja, seperti sekolah, rumah, kantor, dan lain-lain.
Bahkan, lebih baik lagi jika menggunakan konsep berpikir komputasional pada
setiap kegiatan yang kita dengan baik jika dilakukan dengan usaha dan tindakan
yata lakukan, sehingga pola berpikir komputasional baru bisa terwuju manusia
yang kemudian berubah menjadi suatu hal filosofi dan eksplisit.
e. Menerapkan suatu metode atau cara manusia berpikir, untuk menyelesaikan masalah bukan cara komputer berpikir. Oleh karena itu, setiap manusia harus menggunakan cara berpikirnya sendiri bukan mengikuti cara berpikir komputer. Dengan demikia dalam memecahkan suatu permasalahan, manusia harus sade bahwa komputer itu dikendalikan oleh manusia bukan manusia yang dikendalikan oleh komputer.
f.
Bersifat
menantang dalam sudut pandang intelektual. Pada karakteristik ini, seseorang
yang berpikir komputasional akan berusaha semaksimal mungkin dalam memahami dan
menyelesaikan suatu masalah saintifik. Dengan kata lain, rasa ingin tahu dan kreativitas
yang kita miliki menjadi terasah dengan baik Apabila rasa ingin tahu dan
kreativitas sudah berkembang maka ide dan gagasan untuk melakukan suatu hal
atau memecahkan masalah akan berkembang juga.
5. Pengertian Identifikasi dan Analisis.
- Pengertian
Identifikasi
Identifikasi berasal dari kata identify yang artinya meneliti, menelaah. Identifikasi adalah kegiatan yang mencari, menemukan, mengumpulkan, meneliti, mendaftarkan, mencatat data, dan informasi. Fungsi dan tujuan identifikasi adalah untuk mengetahui berbagai masalah yang terjadi, untuk mengetahui berbagai sumber yang dapat dimanfaatkan untuk pendukung pelaksanaan program dan mempermudah dalam menyusun rencana program yang akan dilaksanakan, agar program yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan rencana. Data yang dikumpulkan dapat digunakan sebagai dasar penyusunan rencana program yang dapat dipengaruhi pengelola program
- Pengertian
Analisis
Analisis merupakan sekumpulan kegiatan, aktivitas, dan proses yang saling berkaitan untuk memecahkan masalah atau memecahkan komponen menjadi lebih detail dan digabungkan kembali lalu ditarik kesimpulan. Segala macam bentuk analisis menggambarkan pola-pola yang konsisten di dalam data sehingga hasil analisis dapat dipelajari dan diterjemahkan dengan singkat dan penuh makna.
Manfaat Berpikir Komputasional
Berpikir komputasional memiliki banyak manfaat, baik dalam kon-teks pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa manfaat utamanya meliputi:
1. Pemecahan Masalah yang Lebih Efisien
Berpikir komputasional melatih seseorang untuk memecahkan masalah dengan pendekatan yang sistematis dan logis. Inimembantu dalam menghadapi masalah yang kompleks dengan lebih efisien dan efektif.
2. Pengembangan Keterampilan Matematika dan Sains
Konsep berpikir komputasional sering terkait erat dengan matematika dan sains komputer. Melalui pembelajaran berpikir komputasional, seseorang juga dapat meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep matematika dan sains.
3. Kemampuan Pemrograman yang Meningkat
Berpikir komputasional membantu dalam memahami prinsip-seseorang untuk menjadi pemrogram yang lebih terampil dan prinsip dasar pemrograman dan algoritma. Ini memungkinkan kreatif.
4. Persiapan untuk Dunia Digital
Di era teknologi informasi saat ini, berpikir komputasional menjadi semakin penting. Kemampuan untuk memahami cara komputer bekerja dan berpikir memberikan keunggulan kompetitif dalam berbagai bidang pekerjaan.
5. Pengembangan Keterampilan Kritis dan Kreatif
Berpikir komputasional melibatkan analisis, pemecahan masalah, dan kreativitas. Ini membantu dalam pengembangan keterampilan kritis dan kreatif yang penting dalam berbagai aspek kehidupan.
6. Peningkatan Daya Tahan terhadap Kesalahan
Berpikir komputasional melatih seseorang untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah dengan berbagai pendekatan. Ini membantu dalam mengembangkan ketahanan terhadap kegagalan atau kesalahan, yang merupakan keterampilan penting dalam mencapai kesuksesan.
7. Inovasi dan Pengembangan Teknologi
Berpikir komputasional memacu inovasi dan pengernbangan teknologi baru. Melalui berpikir komputasional, seseorang dapat menghasilkan ide-ide kreatif untuk mengatasi masalah yang ada dan menciptakan solusi yang baru.
8. Kemampuan Beradaptasi di Era Digital
Berpikir komputasional membantu seseorang untuk beradaptasi
dengan cepat dengan perkembangan teknologi. Ini memungkinkan seseorang untuk
terus belajar dan mengembangkan keterampilan baru yang relevan dengan dunia
digital yang terus berubah.
Wahhh baguss dan bermanfaatt sekali blognyaa
BalasHapusArtikel ini sangat bermanfaat!
BalasHapusmantap
BalasHapusblognya sangat inspiratif dan bermanfaat
BalasHapus